Kamis, 01 Maret 2018

Letkol Inf Rudy Saladin Jabat Komandan Brigif Mekanis 6/2 Kostrad Palur Sukoharjo Jateng



SUKOHARJO - Posisi jabatan Komandan Brigif  Mekanis 6/2 Kostrad Palur, Mojolaban, Sukoharjo diserahterimakan dari Kolonel Inf Anhar Premana digantikan oleh Letkol Inf Rudy Saladin. Serahterima jabatan dipimpin Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Agus Suhardi.
Kolonel Inf Anhar selepas dari Komandan Brigif Mekanis 6/2 Kostrad Palur, Mojolaban, Sukoharjo menjabat sebagai Asisten Operasional Kodam III/Siliwangi. Sedangkan Letkol Inf Rudy Saladin sebelumnya menjabat sebagai Aspri KSAD TNI.
Letkol Inf Rudy Saladin, Selasa (18/7) mengatakan, siap mengemban amanah dan tugas jabatan baru sebagai Komandan Brigif 6/2 Kostrad Palur, Mojolaban, Sukoharjo. “Solo Raya bukan tempat baru bagi saya. Saya siap mengemban amanah jabatan,” ujarnya. 
Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Agus Suhardi mengatakan, pergantian posisi jabatan di TNI bukan sesuatu hal baru karena bagian dari organisasi sebagai bagian dari peningkatan. Baik pimpinan baru maupun lama harus segera bersiap menempati posisi jabatannya.
Sementara itu Divisi Infanteri sendiri sekarang terus memantau berkaitan dengan revisi Undang Undang tentang Pemberantasan Terorisme. Rencana keterlibatan TNI dalam pemberantasan terorisme tidak perlu dikhawatirkan. Sebab kualitas pasukan TNI sudah terprogram disemua lini. “TNI siap mengemban tugas sesuai perintah pimpinan,” ujarnya.
Kesiapan TNI dilakukan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Terorisme yang jadi ancaman bangsa dan rawan menjadi pemecah harus disikapi dengan serius.
“Prajurit TNI terus mengasah diri meningkatkan kemampuan. Sebagai persiapan membantu Polri dalam menjaga keamanan bangsa termasuk penanganan terorisme,” lanjutnya.
Mayjen TNI Agus Suhardi saat datang ke markas Brigif 6/2 Kostrad Palur, Mojolaban, Sukoharjo juga meminta kepada seluruh prajurit TNI untuk tanggap terhadap perkembangan jaman salah satunya memantau media sosial. Sebab kondisi sekarang masyarakat sangat dipengaruhi dengan medsos. Kekhawatiran muncul karena rawan muncul provokasi berupa informasi tidak benar yang bisa memicu kerawanan masyarakat.
“Kehidupan masyarakat sekarang sudah terpengaruh medsos. Anggota TNI harus ikut memantau perkembangan medsos,” lanjutnya. (Tsr B6)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar