Pada tanggal 23 Februari 2015 Pasi Intel Brigade Infanteri
6/2 Kostrad melaksanakan pemeriksaan gudang senjata dan munisi
satuan Yonif 411/R/6/2 Kostrad. pemeriksaan di laksanakan secara rutin
untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan senjata api dan muhandak. Disamping
itu pemeriksaan di laksanakan untuk mengetahui apabila ada senjata yang rusak
agar segera di perbaiki sehingga apabila terjadi pendadakan atau apel
kesiapsiagaan senjata siap di gunakan. (Tsr)
Senin, 08 Juni 2015
Kamis, 12 Maret 2015
Tim Gabungan TNI Kodim 0804 Magetan dan Polri Amankan Dua Penimbun Pupuk 36 ton
Jajaran Polres Magetan bersama anggota Kodim 0804 Magetan
telah berhasil mengamankan dua pelaku penimbun pupuk. Pelaku inisal IK,38,
warga Desa Tambakmas, Kecamatan Sukomoro dan pelaku lainnya inisial PJ,58,
warga Desa Selorejo, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan. Keduanya
tertangkap di rumahnya. Pelaku ditangkap petugas karena kedapatan menimbun
pupuk subsidi tanpa ijin. Pelaku IK menimbun 12 ton 90 kg dan PJ menimbun 21
ton.
AKBP Johanson Ronald Simamora Kapolres Magetan mengatakan,
kedua pelaku ditangkap karena menimbun pupuk bersubsidi tanpa ijin usaha.”Saat
ini, kedua pelaku diamankan di Polres Magetan bersama barang bukti berupa pupuk
urea sebanyak 203 sak (@ 50 kg),pupuk SP 36 sebanyak 7 sak (@ 50 kg) dan pupuk
petroganik sebanyak 60 sak (40 kg),” jelasnya, Kamis (12/3).
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat
dengan pasal 6 ayat 1 huruf b Undang-undang Darurat RI nomor 07 tahun 1955 jo
pasal 8 Perpu nomor 8 tahun 1962 jo pasal ayat 1 Perpers nomor 77 tahun 2005 jo
pasal 30 ayat 3 peraturan mentri Perdagangan RI nomor 15/MDAG/PER/4/2013 dengan
ancaman pidana maksimal 2 tahun penjara.
Tim operasi gabungan TNI/Polri berhasil mengamankan 20,8 Ton
pupuk subsidi yang ditimbun di gudang kios milik Ike Yuniarsih warga Desa
Tambak Mas, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Rabu (11/3) dini hari.
Terungkapnya penimbunan pupuk subsidi itu setelah anggota intelijen TNI
mendapat informasi adanya penimbunan pupuk dilakukan pemilik sejumlah kios
pracangan juga menjual pupuk di Desa Tambah Mas, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten
Magetan.
Berdasar informasi awal itu, intelijen TNI gabungan itu mulai
melakukan pengintaian untuk pengumpulan data. Setelah dirasa cukup, intelijen
gabungan dari Kodim 0804 Magetan, Korem 081 Dhirot Saha Jaya Madiun dan
Detasemen Intelijen Kodam V Brawijaya melapor ke Komandan Kodim (Dandim) 0804
Letkol Inf Soelistyo Bawono untuk tindakan selanjutnya.
Dandim Magetan selanjutnya menghubungi Kapolres Magetan AKBP
Johanson Ronald Simamora dan meminta satu tim melakukan penggerebegkan di
gudang milik Ike Yuniarsih itu. Setelah koordinasi, Tim TNI/Polri dipimpin Iptu
Danar, Kepala Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Magetan, langsung ke
lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan benar menemukan 12,9 Ton pupuk subsidi,
dengan rincian pupuk Urea 203 sak, a 50 kg. Pupuk SP-36 sebanyak 7 sak a 50
kg, pupuk Petroganik sebanyak 60 sak a 50 kg.
Tim gabungan TNI/Polri tidak saja mengamankan 12,9 ton pupuk
subsidi, tapi juga mengamankan pasangan suami istri pemilik pupuk dan gudang
Ike Yuniarsih dan suaminya Sugianto ke Polres Magetan. Sesuai keterangan Ike
Yuniarsih ternyata memiliki sejumlah resmi penjualan pupuk. Pupuk itu sementara
berada di Makodim 0804 Magetan.
Kios resmi ada di Desa Botok, Kecamatan Karas, Kabupaten
Magetan, dan di Desa Taji, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan serta di Desa
Maron Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan. Pupuk ditimbun dan dijual diatas
harga eceran tertinggi (HET) dan tidak dijual ke gabungan kelompok tani
(Gapoktan) itu diperoleh dari pengambilan sisa pupuk di sejumlah kios pupuk di
Kabupaten Magetan dan sebagian dari Gapoktan di wilayah Kabupaten Magetan.
Selain dijual diatas HET pupuk subsidi itu juga dijual ke
daerah lain di luar area wilayahnya dengan harga jauh diatas HET. Pupuk subsidi
di lapangan banyak diselewengkan pedagang dan pengurus Gapoktan dengan
memanfaatkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok ( RDKK), agar bisa
mendapatkan sisa kelebihan pupuk diserap petani dan kemudian dijual ke
daerah/wilayah lain dengan harga tinggi, jauh melebihi HET.
Sementara itu, Polsek Bendo, Kabupaten Magetan mengamankan
5,8 ton pupuk subsidi dari gudang Sutrisno, warga Desa Tanjung, Kecamatan Bendo
dan sekitar pukul 11.00 Polsek Kawedanan juga mengamankan 2,1 ton pupuk subsidi
dari toko pracangan milik Pujianto warga Desa Selorejo, Kecamatan Kawedanan,
Kabupaten Magetan, Kamis (12/3). Total pupuk subsidi hasil pengungkapan
gabungan TNI/Polri, Kamis (12/3) dini hari, seluruhnya berjumlah 20,8 ton pupuk
subsidi.
Kapolres Magetan AKBP Johanson Ronald Simamora didampingi
Kasat Reskrim AKP M Khoirul Hidayat membenarkan keberhasilan Tim Gabungan TNI/Polri
mengungkap penimbun pupuk subsidi itu. Tidak hanya itu, Polisi dan TNI juga
memeriksa pemilik gudang sekaligus penimbun pupuk bersubsidi Ike Yuniarsih dan
suaminya Sugianto ke Polres Magetan.
“Seperti tersangka lainnya, pemilik gudang dan pupuk subsidi
ilegal ini akan dijerat dengan Undang Undang Darurat Tindak Pidana Ekonomi
(Tipidek) nomor 7 tahun 1955, dengan ancaman hukuman dua tahun penjara. Karena
itu, kelima tersangka, termasuk dua dibekuk aparat TNI sebelumnya, tidak
ditahan dan hanya dikenai wajib lapor setiap hari sampai perkara ini P21
(sempurna) dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (tsr Kodim 0804 Magetan)
Senin, 09 Maret 2015
Aksi Barongsai Yonif 413/Bremoro Memukau Warga Solo
Yonif 413.com, Solo : Aksi kesenian barongsai mewarnai perayaan Imlek
ke-2566 di Mall Solo Paragon dan The Park Mall Solo, Minggu (22/2/2015)
Siang. Gerakan sang barongsai dan Liong anggota Yonif 413/Bremoro
sukses membius warga.
Perayaan tahun baru Cina ini digelar di Hold Mall Solo Paragon dan The Prk Mall, Solo Baru. Acara itu yang dimulai sejak pukul 10.00-17.00 WIB. dihadiri sekitar 500 warga Tionghoa serta warga Solo pada umumnya.
Perayaan tahun baru Cina ini digelar di Hold Mall Solo Paragon dan The Prk Mall, Solo Baru. Acara itu yang dimulai sejak pukul 10.00-17.00 WIB. dihadiri sekitar 500 warga Tionghoa serta warga Solo pada umumnya.
Yonif 413 Kostrad Tambah 13 Tank Marder
Yonif 413 Kostrad Tambah 13 Tank Marder
Sebanyak 13 Tank Marder
buatan Jerman mulai memperkuat Kompi A Batalyon Infanteri (Yonif)
413/Bremoro Kostrad, yang resmi menjadi Batalyon Mekanis.
Ke-13 Tank tersebut tiba di Markas Komando Yonif 413 Mekanis/Bremoro,
Kostrad di Jalan Solo-Tawangmangu, Desa Palur, Kecamatan Mojolaban,
Kabupaten Sukoharjo.
Tank-tank seberat 33 ton tersebut diangkut dengan trailer khusus.
Pertama, tank yang baru datang dari Surabaya, tiba pukul 9.30 WIB.
Puluhan personel TNI pun ikut mengamankan penurunan Tank Marder yang
masuk ke Markas Kompi A. Tak ayal kedatangan tank-tank marder itu
menjadi tontonan ratusan warga.
"Penasaran dengan tank. Saya nunggu sejak jam 8.00 WIB," ujar salah seorang warga bernama Sutarto (50).
Komandan Brigif 6/2 Kostrad, Kolonel Inf Agung Pambudi melalui Kepala
Staf Brigif 6/2 Kostrad, Letkol Inf Aminton mengungkapkan bahwa, 13
tank tersebut baru saja digunakan untuk acara puncak peringatan HUT
ke-69 TNI di Surabaya, Jawa Timur.
Ke-13 tank itu direncanakan akan digunakan untuk prajurit Yonif
Mekanis 413/Bremoro. "Sesuai arahan Mabes TNI, dijadikan Batalyon
Mekanis. Semua sudah dipersiapkan, mulai dari sumber daya manusia (SDM)
dan perlengkapan," kata Aminton.
Dia menjelaskan, kedatangan 13 tank dikawal oleh dua mekanik ahli
dari Jerman. Tank tersebut dalam kondisi prima, sehingga dalam waktu
dekat sudah bisa dioperasikan. Dengan belasan tank itu, akan menambah
alusista.
"Menambah kekuatan keamanan di Soloraya. Ada rencana untuk dikenalkan
kepada warga Soloraya. Kami masih konsultasikan soal itu. Yang penting
tank yang ditunggu beberapa bulan ini, akhirnya tiba," jelasnya.
Brigif 6/2 Kostrad membawahi tiga batalyon. Yakni Yonif 411 Raider
Kostrad di Salatiga, 412 Raider Kostrad di Purworejo dan 413 di Palur,
Sukoharjo.
Khusus untuk Yonif 413 Kostrad, memang diproyeksikan menjadi batalyon
khusus mekanis. Disamping kemampuan Raider, juga kemampuan dalam Tank
Marders
SERTIJAB DANBRIGIF : Pertunjukan Bela Diri dan Joget Kolosal Meriahkan Sertijab Danbrigif
SERTIJAB
DANBRIGIF : Pertunjukan Bela Diri dan Joget Kolosal Meriahkan Sertijab
Danbrigif
Upacara Serah Terima
Jabatan (Sertijab) Danbrigif 6/2 Kostrad yang dilaksanakan di Lapangan Brigif
6/2 Kostrad di Palur, Mojolaban, Sukoharjo, Sabtu (20/12/2014), diwarnai
demonstrasi penanggulangan teroris.
Selain itu, digelar pula
pertunjukan seni bela diri oleh para prajurit TNI Brigif 6/2 Kostrad serta
joget kolosal yang dibawakan para anggota Persit Cabang IXX Brigif 6/2 Kostrad.
Upacara sertijab itu menandai
resminya Letkol Kav Irwan Subekti untuk memimpin Brigif 6/2 Kostrad,
menggantikan Kol Inf Agung Pambudi yang kini menjabat As Op Kas Difivi 1
Kostrad Cilodong, Bogor.
Sebelum menduduki jabatan
Danbrigif 6/2 Kostrad yang baru, Letkol Kav Irwan Subekti menjabat sebagai
Kasbrigif 9/2 Kostrad Jember.
“Pergeseran jabatan ini dilakukan
dengan pertimbangan yang matang. Semua sudah melalui uji kompetensi. Mereka
lulus uji kompetensi sehingga dipercaya untuk menduduki jabatan baru,” ujar
Panglima Divisi Infranteri 2 Kostrad, Mayor Jendral TNI Bambang Haryanto seusai
acara SERTIJAB. (Sertu M Tasir)
Langganan:
Postingan (Atom)




